Bungo, 17-18
September 2024. Workshop Penyusunan Rencana
Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE)
diselenggarakan oleh Institut Agama Islam (IAI) Yasni Bungo sebagai salah satu
upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan implementasi kurikulum
berbasis capaian pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari
berbagai program studi di lingkungan IAI Yasni Bungo yang memiliki tanggung
jawab dalam penyusunan, pengembangan, dan evaluasi dokumen pembelajaran,
khususnya Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Workshop menghadirkan Novita Nurul Hidayah, M.Pd. sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep, prinsip, serta implementasi
penyusunan RPS berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada
pencapaian capaian pembelajaran (learning outcomes). Pendekatan OBE menekankan
bahwa seluruh proses pembelajaran harus dirancang secara sistematis agar
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan profil lulusan dan
kebutuhan dunia kerja.
Materi yang disampaikan meliputi beberapa aspek
penting. Pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar dan
komponen penyusunan RPS berbasis OBE yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor
53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi serta Buku Panduan
Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi Tahun 2024. Pembahasan mencakup
penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
(CPMK), hubungan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK, serta keterkaitannya dengan
profil lulusan program studi.
Selanjutnya, pemateri menjelaskan tahapan
penyusunan RPS secara sistematis, dimulai dari analisis dokumen kurikulum
program studi, penentuan bahan kajian, perumusan CPMK dan Sub-CPMK, penyusunan
strategi pembelajaran, pemilihan metode dan media pembelajaran, hingga
penyusunan instrumen penilaian yang mampu mengukur ketercapaian hasil belajar
mahasiswa secara objektif.
Selain penyampaian materi, workshop juga
dilengkapi dengan sesi praktik penyusunan RPS menggunakan format dan template
yang telah disediakan. Pada sesi ini, setiap peserta menyusun maupun merevisi
RPS mata kuliah yang diampunya sesuai dengan prinsip-prinsip OBE. Pemateri
memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta memperoleh pengalaman
praktis dalam menghasilkan dokumen RPS yang sesuai dengan standar
penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pelaksanaan workshop berlangsung secara aktif dan
interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam
diskusi, penyampaian berbagai pertanyaan, serta kesungguhan dalam menyusun dan
menyempurnakan dokumen RPS. Sebagian dosen juga memanfaatkan kesempatan
tersebut untuk mengonversi RPS yang telah digunakan sebelumnya menjadi RPS
berbasis Outcome Based Education agar lebih selaras dengan tuntutan kurikulum
dan sistem penjaminan mutu.
Dalam penyampaian materinya, Novita Nurul Hidayah,
M.Pd. juga menekankan pentingnya keselarasan antara RPS dengan visi dan misi
institusi, profil lulusan, kebutuhan pemangku kepentingan, serta standar
akreditasi. Menurut beliau, RPS yang dirancang dengan baik akan menjadi pedoman
utama dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, terarah, dan
berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
Secara keseluruhan, workshop berlangsung dengan
lancar dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Fasilitas yang disediakan
oleh panitia sangat memadai, mulai dari ruang pelaksanaan, perangkat
presentasi, hingga sarana pendukung lainnya, sehingga seluruh rangkaian
kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal.
Melalui kegiatan ini, Institut Agama Islam Yasni
Bungo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang
pengembangan kurikulum dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester berbasis
Outcome Based Education. Diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan
hasil workshop dalam penyusunan RPS mata kuliah masing-masing sehingga kualitas
proses pembelajaran semakin meningkat. Dengan penerapan RPS berbasis OBE yang
konsisten, lulusan IAI Yasni Bungo diharapkan memiliki kompetensi yang unggul,
adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu
bersaing di tingkat nasional maupun internasional.