IAI Yasni Bungo dan Budiman Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program Service Learning

Bungo - Institut Agama Islam (IAI) Yasni Bungo terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang diselenggarakan bersama Budiman (Persatuan Penulis Budiman Malaysia). Dalam kegiatan tersebut, Dr. Mona Novita, M.Pd. hadir sebagai delegasi yang diutus oleh Rektor IAI Yasni Bungo, Dr. Muhammad Solihin, M.Pd.I., untuk mewakili institusi dalam forum akademik dan pengabdian masyarakat tingkat internasional.

Mengusung tema “Pengenalan Service Learning sebagai Metode Inovatif dalam Pengabdian kepada Masyarakat”, kegiatan ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan mitra komunitas dari Indonesia dan Malaysia untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengembangan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Mona Novita, M.Pd memaparkan pentingnya penerapan Service Learning sebagai pendekatan yang mengintegrasikan proses pembelajaran akademik dengan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, metode ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Rektor IAI Yasni Bungo, Dr. Muhammad Solihin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keterlibatan dosen dalam forum internasional merupakan bagian dari upaya institusi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kerja sama akademik lintas negara. Melalui kegiatan semacam ini, dosen diharapkan dapat membawa pengalaman dan inovasi baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan diisi dengan seminar, diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi berbagi pengalaman mengenai implementasi Service Learning di berbagai perguruan tinggi. Peserta memperoleh wawasan tentang perencanaan program, strategi pelaksanaan, hingga evaluasi dampak kegiatan terhadap masyarakat dan proses pembelajaran mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai peluang penerapan Service Learning dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Forum ini juga menjadi sarana mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan model pengabdian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan internasional ini, IAI Yasni Bungo semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global dan berkomitmen menghasilkan program-program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan melahirkan berbagai inovasi yang mendukung kemajuan pendidikan tinggi serta pemberdayaan masyarakat di kedua negara.