Gerakan “Satu Dosen Satu Buku”, IAI Yasni Bungo Perkuat Budaya Menulis dan Publikasi Akademik
Bungo – Upaya meningkatkan produktivitas akademik dosen terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Yasni Bungo melalui penyelenggaraan Workshop SADOSABU (Satu Dosen Satu Buku) yang dilaksanakan pada 22–23 Oktober 2023. Program ini menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam membangun budaya literasi dan memperkuat tradisi publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Berbeda dengan pelatihan penulisan pada umumnya, gerakan SADOSABU dirancang untuk menghasilkan luaran yang konkret, yaitu naskah buku yang siap diterbitkan. Melalui program ini, para dosen didorong untuk mengembangkan hasil penelitian, pengalaman akademik, serta materi perkuliahan menjadi buku ajar maupun buku referensi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat luas.
Rektor IAI Yasni Bungo, Dr. Muhammad Solihin, M.Pd.I., menegaskan bahwa menulis dan mempublikasikan karya ilmiah merupakan bagian penting dari tanggung jawab akademik seorang dosen. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam pelaksanaannya, workshop menghadirkan narasumber dan editor berpengalaman di bidang penerbitan buku ilmiah. Para peserta mendapatkan pendampingan secara intensif mulai dari proses menemukan ide, menyusun kerangka buku, memahami teknik penulisan akademik yang baik, hingga strategi menerbitkan buku berstandar nasional dan memperoleh ISBN.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dosen-dosen berbagai program studi yang mengikuti setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga membangun semangat kolaborasi akademik dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Program SADOSABU menjadi bagian dari komitmen IAI Yasni Bungo dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan budaya akademik. Kehadiran buku-buku karya dosen diharapkan dapat memperkaya referensi pembelajaran, mendukung akreditasi program studi, serta meningkatkan rekognisi akademik institusi di tingkat regional maupun nasional.
Melalui gerakan ini, IAI Yasni Bungo menegaskan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai penulis dan pengembang ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas untuk kemajuan pendidikan Indonesia.