Benchmarking ke Politeknik Caltex Riau, IAI Yasni Bungo Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Berbasis Teknologi

Bungo – Dalam upaya memperkuat budaya mutu dan meningkatkan tata kelola perguruan tinggi yang modern, Institut Agama Islam (IAI) Yasni Bungo melaksanakan kegiatan Benchmarking Penjaminan Mutu ke Politeknik Caltex Riau (PCR) pada Januari 2022. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempelajari praktik terbaik implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis teknologi informasi yang telah sukses diterapkan di PCR.

Delegasi IAI Yasni Bungo dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Muhammad Solihin, M.Pd.I., didampingi Wakil Rektor I, Kepala LPMI, pimpinan program studi, dan tim penjaminan mutu. Kedatangan rombongan disambut oleh Direktur Politeknik Caltex Riau beserta jajaran Badan Perencanaan, Pengembangan, dan Penjaminan Mutu (BP3M) PCR untuk membahas berbagai strategi pengembangan mutu perguruan tinggi.

Kegiatan benchmarking tidak hanya berupa diskusi formal, tetapi juga observasi langsung terhadap berbagai praktik penjaminan mutu yang telah diterapkan di lingkungan PCR. Delegasi IAI Yasni Bungo memperoleh kesempatan untuk melihat pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), sistem pengelolaan berbasis teknologi, ruang server, pusat pengembangan aplikasi, hingga mekanisme kerja unit penjaminan mutu yang terintegrasi dengan seluruh unit kerja kampus.

Dari hasil diskusi dan observasi, IAI Yasni Bungo memperoleh berbagai pembelajaran penting. Salah satunya adalah konsep tata kelola organisasi yang mengedepankan prinsip “minim struktur kaya fungsi”, sehingga organisasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien tanpa harus memiliki struktur yang terlalu kompleks. Selain itu, PCR juga dinilai berhasil membangun sistem karier yang terukur melalui pemanfaatan teknologi informasi sebagai instrumen evaluasi kinerja.

Menariknya, implementasi SPMI di PCR menempatkan unit penjaminan mutu sebagai mitra dan fasilitator bagi seluruh unit kerja, bukan sekadar pengawas. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun budaya mutu yang lebih partisipatif dan berkelanjutan karena setiap unit memiliki tanggung jawab langsung terhadap pencapaian standar mutu yang telah ditetapkan.

Selain aspek tata kelola, delegasi IAI Yasni Bungo juga terinspirasi oleh komitmen PCR dalam membangun budaya kampus yang tertib, ramah lingkungan, dan bebas asap rokok. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi slogan institusi, tetapi telah terimplementasi dalam kehidupan kampus sehari-hari dan menjadi bagian dari identitas organisasi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kedua institusi menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar pengembangan kerja sama di bidang penjaminan mutu, pelatihan auditor mutu internal, revisi dokumen SPMI, serta penguatan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi sistem penjaminan mutu di IAI Yasni Bungo menuju tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif, profesional, dan berbasis teknologi.

Melalui benchmarking ini, IAI Yasni Bungo menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dari praktik-praktik terbaik perguruan tinggi unggul di Indonesia. Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan budaya mutu yang kuat serta mendukung visi IAI Yasni Bungo sebagai perguruan tinggi yang unggul, modern, dan berkarakter Islami.